Selasa, 27 September 2011

kebaikan dalam kemunafikan

Hmmm,,kesannya kyk judul agama tapi kyk flaming.
Tenang disini hanya ingin curhat saja, agak risih juga seh melihat sikap banyak orang yg hebat dalam mengolah kata-kata, sehingga kesannya seperti orang yang bijak bestari tanpa cela, padahal dalam hatinya kotor dan yang ada di pikirannya adalah gemana agar image yg selama ini dia jaga baik bisa terus baik hingga akhirnya dia bisa banyak mengeruk keuntungan dari hal tersebut. Banyak kita saksikan di televisi para politisi busuk (maaph sebelumnya) yang kata-katanya manis dan penuh jargon-jargon membela yang tertindas, yang padahal dialah drakula sesungguhnya yang menghisap rakyat-rakyat tertindas.

Disini pun dalam pergaulan sehari-hari saya lebih nyaman dengan orang-orang yang kesannya tak beragama,bersifat agnostik, tapi saya punya juga teman yang penampilannya layaknya seorang pemuda tidak mandi 3 hari,baju compang-camping dan dengan atribut anak punk yang melekat,namun tetap sholat dan sungguh ada kejujuran dari tindakannya,mau dengan sukarela mengajarkan keterampilan yang dia punya tanpa ada embel2 bayaran tertentu. Di kesempatan lain saya menemui juga seorang yang punya kemampuan menjebol suatu situs tertentu untuk mendapatkan uang namun tidak dia lakukan atas dasar etika kemanusia, yang padahal SMA saja dia tidak tamat.

Di satu sisi agak risih juga melihat akademisi yang hanya peduli sesaat demi mendapatkan dana hibah dari pemerintah tanpa memperhatikan bagaimana nantinya orang miskin yang mereka jadikan " proyek" tersebut kelanjutan hidupnya orang miskin tersebut. Hanya manis di depan atasan tapi menghina setengah mati yang dibawahnya.

Hmmm,,, lagi-lagi saya pun terlalu naif jika mengharapkan dunia ini layaknya surga, namun intinya lebih baik bejat secara terang-terangan daripada malaikat bayaran,(maaph om angel),,